Kamis, 21 Juli 2022 07:57

Kepala BPMP Provinsi Kalimantan Barat Pantau Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka

Written by
Rate this item
(0 votes)

Sintang, BPMP Prov. Kalbar. Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Barat, Iwan Kurniawan, S.Si, M.Si melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Sintang pada 19-20 Juli 2022. Kunjungan kerja ini adalah upaya pemantauan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) sebagai salah satu paket Merdeka Belajar episode ke-15 yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kunjungan kerja IKM disambut oleh Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M.Med.PH di pendopo bupati Sintang. Dalam kesempatan tersebut bupati Sintang mendukung IKM sebagai transformasi pembelajaran yang mandiri dan berkelanjutan. Hadir mendampingi kepala BPMP dalam kunjungan tersebut adalah kepala dan sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Sintang.

Kunjungan kerja ini merupakan upaya advokasi dan sinergi Kemendikbudristek dengan pemerintah daerah dalam peningkatan mutu pendidikan khususnya mengenai IKM. Sebagai program pendidikan nasional, Kurikulum Merdeka menjawab berbagai persoalan yang selama ini terjadi di masyarakat karena miskonsepsi.
 
Pada kesempatan yang berbeda, dukungan IKM juga diutarakan kepala Disdikbud kabupaten Sintang, Drs. Lindra Azmar, M.Si ketika menerima kunjungan di ruang kerja sekretaris Disdikbud kabupaten Sintang. Menurut Lindra, kabupaten Sintang telah melakukan sosialisasi IKM kepada guru yang tersebar di seluruh kecamatan se-kabupaten Sintang melalui orientasi IKM di aula Keling Kumang, Sintang.  

Kepala BPMP saat memberikan penguatan mengenai kepentingan mengapa Kemendikbudristek perlu menyesuaikan kurikulum adalah: (1) hasil belajar siswa secara kolektif belum menggembirakan. Karenanya perlu peningkatan strategi dan metode pembelajaran. Salah satunya dengan penyesuaian kurikulum. Melalui Kurikulum Merdeka memberi kesempatan yang luas dalam pengembangan kemampuan siswa khususnya dalam aspek literasi dan numerasi, berfikir kritis dan kolaboratif, (2) pandemi Covid19 memengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Proses belajar mengajar menjadi terhambat. Akhirnya capaian hasil belajar siswa menjadi semakin menurun.

“Ibarat orang yang sedang sakit,” kata kepala BPMP,”diperlukan upaya pemulihan pembelajaran dengan segera. Yaitu konsumsi makanan serta nutrisi yang mudah dicerna. Keunggulan mengenai muatan yang lebih sederhana inilah yang menjadikan Kurikulum Merdeka lebih fleksibel daripada kurikulum sebelumnya”. Namun begitu,”Kurikulum Merdeka tidak serta merta meninggalkan Kurikulum 2013 (K-13). Pada dasarnya prinsip Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan sekolah tergantung kesiapannya. Bagi sekolah yang siap disilakan mengimplementasikan setelah mengisi survei kesiapan Kurikulum Merdeka. Bagi sekolah yang belum siap, Kurikulum Merdeka bukan keharusan yang bersifat paksaan”, tambah kepala BPMP Provinsi Kalimantan Barat.

Di hari kedua kunjungan kepala BPMP Provinsi Kalimantan Barat berkesempatan meninjau IKM di SDN 05, SMPN Panca Setya 2 dan SMAN 2 Sintang. Selain melakukan tinjauan langsung IKM, kepala BPMP memberikan penguatan kepada sekolah agar senantiasa berani mencoba, berani belajar mandiri dan berani mengaktualisasi diri. Melalui IKM yang di dalamnya terdapat Platform Merdeka Mengajar diharapkan menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi setiap guru untuk bisa mengajar dengan percaya diri, mudah dimengerti dan akhirnya menaikkan capaian hasil belajar siswa menjadi bernilai tinggi.

Mari bergerak bersama. Wujudkan pembelajaran yang menyenangkan, berkeadilan dan merata. Maju Bersatu, Pendidikan Bermutu.

#implementasikurikulummerdeka
#sekolahpenggerak
#platformmerdekamengajar
#merdekabelajar
#balaipenjaminanmutupendidikan

 

Read 1025 times Last modified on Selasa, 09 Agustus 2022 12:04

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.